- “Tak lama sesudah itu Ia pergi melintasi kampung. Seorang anak berlari dan menabrak bahu-Nya. Yesus menjadi pansa hati dan berkata, ‘Engkau tidak akan pergi lebih jauh lagi dalam perjalananmu’. Seketika itu juga anak tersebut jatuh dan mati” (Deshi Ramadhani, hal73-74)
- Di suatu waktu, seorang anak (Zanon) meninggal karena terjatuh dari atap rumah. Orang-orang sekitar menuduh Yesus yang mendorong. Yesus berkata, “Aku benar-benar tidak mendorongnya jatuh”. Tetapi orang-orang tetap menuduh Yesus. Yesus, kemudian melompat turun dan berkata, “Zanon, bangkitlah!. Dan, katakan kepada-Ku apakah Aku yang mendorongmu?” Dan, seketika itu juga Zanon bangkit dan berkata, “Sama sekali tidak, Tuhan. Engkau tidak mendorongku jatuh, tetapi Engkau telah membangkitkanku” (Deshi Ramadhani, hal 75).
Dikisahkan juga Yesus membuat mukjizat-mukjijat lain, seperti; membuat hidup patung-patung burung yang dibuat dari tanah liat, menanam satu rumpun batang padi tetapi padi yang dipanen tak pernah habis, membuat anak-anak menjadi sapi sesuai dengan ucapan seloroh para ibunya, membawa air dengan jubah-Nya dsb.
Kisah-kisah Yesus kecil juga muncul pada injil masa kecil berbahasa Arab, iinjil Pseudo-Mateus, injil masa kecil bahasa Latin, serta Injil masa kecil bahsaa Armenia. Kisah-kisah itu menunjukkan Yesus kecil yang mempunyai kekuasaan, tetapi sering ditampakkan sebagai ungkapan suasana hati seorang anak-anak.
