Ia udah banyak berubah sekarang. Tubuh kurus dan pipi tirus. Padahal dulu ia bertubuh tegap, tinggi, tegap, ganteng, nyaris seperti Ikang Fawzi. Tak heran dulu banyak yg naksir dan suka padanya.
Sahabat tetap lah sahabat. Kami pernah sama-sama berdjoeang. Walaupun di ujung berbeda, itulah nasib, namanya. Ia cerita sekarang kerjanya serabutan. Apa saja asalkan halal. Padahal dulu pernah jadi manajer sebuah klub malam terkenal.
Baca Juga:Kearifan Bergeser, Values pun Berubah
Namun, sahabat tetap lah sahabat. Dan sahabat yg baik tidak akan pernah saling melupakan. Karena persahabatan selalu memiliki kisah klasik untuk masa depan.
Semoga selalu sehat, Wan.(*Penulis adalah dosen robotik FT Untan)

Om wawan