Opini

War and Harmony in Diversity

War and Harmony in Diversity

Kedua, penaklukan Makkah. Fathu Makkah (10 Ramadhan 8 H/630 M). Rasulullah SAW memimpin 10.000 pasukan untuk menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah biru maupun merah. Sebuah revolusi sosial, politik dan budaya yang paling elegan sepanjang sejarah karena Akhlakul Karimah. “Perang” tanpa meneteskan setetes darah pun. Inilah revolusi mental yang bukan abal-abal.

Kedua sejarah perang di bulan Ramadhan di atas saksi kunci kesejarahan dunia. Dan sejarah adalah peristiwa berulang. Terkini: siapa yang disokong hati anak-anak dunia?
*
Mari ambil iktibar kesejarahan panjang tersebut. Say no to war. But say Yess to education. Intercultural Learning. Knowledge share…

Hati hati berlayar malam
Harinya gelap batuannya tajam
Pilih-pilih muallim (nahkoda/kepala negara) yang paham
Sebab di sana banyak kapal (negara) tenggelam

Pantun Nusantara di atas tadi reflektif. Tuas ungkit organisasi dan sarat pesan politik.

Semoga negara yang pluralistik, harmony and diversity ini mampu memainkan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Hentikan perang. Sekarang. Selamatkan setiap jiwa anak-cucu Adam. Saudara-saudari kita semua.

Nusantara dalam hajat Bestari. Imlek dan Cap Go Meh di bulan suci Ramadhan menjadi pesta kemesraan. Jadikan awalan dan akhiran keteladanan dunia. Agar save the world peace. Stay peace. Please.*