Pada bagian tertentu luas bagian yang dibuka puluhan meter. Ada titik yang sudah dihampari material. Ada yang sudah selesai, aspal sudah hitam licin.
Saya membayangkan jika proyek ini selesai, wilayah batas ini akan terlihat keren abis. Tak cukup satu jempol untuk memujinya.
Bayangan saya bersambung dengan tampilan wilayah Imigrasi Sarawak. Jalan di sini masih seperti yang dahulu. Ada yang berubah, tetapi perubahannya tidak banyak.
Dahulu, jalan lurus dan licin ini menimbulkan ketakjuban. Dibandingkan jalan dari Entikong hingga Pontianak, mereka jauh lebih hebat. Dulu.
Tapi, sekarang dan beberapa tahun lagi –Semoga tak ada halangan, Entikong akan menjadi kebanggaan. Ini benar-benar luar biasa.
Patutlah teman-teman di ujung Sanggau ini begitu bangga menceritakan “batas”. Ide mereka hari itu saya jalan pelesiran ke sana.
Jangankan kita, orang Malaysia juga bangga. Setidaknya, orang Malaysia juga foto-foto di sini. Batas kini menjadi ikon.
Saya berharap semoga orang-orang di Entikong dan sekitarnya menyiapkan diri sehingga bisa menyesuaikan diri dengan rentak pembangunan. Dengan kesiapan itu, pembangunan akan dapat dinikmati.
Sebaliknya jika tidak, pembangunan ini menjadi masalah baru bagi mereka, terutama ketika orang-orang luar datang menjadi pengisi ruang batas, mereka bisa jadi hanya penonton atau figuran. (*)
