Fahmi membantu. Buku yang mungkin dia maksud ditunjukkan. Momen ini jadi kesempatan berbagi pengalaman.
Sambil terus bercerita, si bapak yang mendampingi laksana ajudan bertanya lirih, “Apakah ibu mengenal bapak yang mencari buku sastra ini?” Dia seperti berbisik.
“Maaf saya kurang tahu,” jawab saya. Namanya juga orang baru. Ke Brunei pun baru pertama kali.
“Ini adalah Datok Muslim Burmard. Beliau sastrawan terbaik dan sangat terkenal di Brunei,” ungkapnya. Datok Muslim berkarya sejak 1961 hingga kini secara konsisten.
“Ooh…subhanaallah, beruntungnya saya!” Demikian saya berujar.
Tak boleh lepas kesempatan, “Ayo foto Pak…”
Sang bapak yang memperkenalkan kami dengan Datok Muslim, juga memperkenalkan diri bernama Haji Kamis, seorang pensiunan dosen Universitas Brunei Darul Salam (UBD). Ia mengajar kajian sastra dan melayu.
Kami hadiahi keduanya buku koleksi. “Pilih saja mbak Wi,” kata Fahmi. Buku tentang sejarah melayu diterima dengan baik.
Tahniah untuk sastrawan dan penulis. Salam dari Brunei. *

