Opini

Bersama Prof Mahfud

Bersama Prof Mahfud
Kiri ke kanan: Budi Rahman, Fanshurullah Asa, Mahfud MD, penulis, Rasiam Bintang dan Sukiryanto di Hotel Mercure, Pontianak.

Oleh: Nur Iskandar

Terakhir jumpa di Hotel Mercure Pontianak. Kedatangan Prof Mahfud MD mengejutkan publik Kalimantan Barat, sebab bukan dalam agenda kenegaraan. Beliau hadir untuk menjadi saksi nikah sebuah walimahan anak kyai. Namun kehadiran tokoh sentral hukum Indonesia saat ini tentu saja didampingi orang-orang hebat Kalimantan Barat. Mereka adalah Dr Rasiam Bintang dari Kampus IAIN yang juga digelari “Mahfud Muda” dengan senator, anggota DPD RI, Sukiryanto.

Saya wawancara Prof Mahfud sebagai pakar hukum yang berkiblat dengan paradigma “sosiologi hukum” turunan dari Prof Dr Satjipto Rahardjo di Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura. Wawancara sosiologi hukum dan masalah-masalah lokal-nasional. Beliau juga memberikan komentar positif untuk buku yang saya tulis berjudul Cahaya Bhayangkara–yakni biografi tokoh penting di era Susilo Bambang Yudhoyono pada pimpinan puncak Polri–sebagai kenang-kenangan wawancara–ada problematika hukum dalam buku Cahaya Bhayangkara ini–khususnya di institusi Polri yang terus mereformasi diri. “Polri memang harus tumbuh dengan pendekatan humanis. Saya kenal Komjen Jusuf Manggabarani, Cahaya Bhayangkara,” ungkapnya. Saya memberikan buku yang terbit tahun 2011 itu ke tangannya. Oleh Prof Mahfud buku setebal 444 halaman terbitan Borneo Tribune itu diangkut bawa pulang.