Oleh: Markus Marlon, M.Sc
Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah” (Pramoedya Ananta Toer).
***
Pernah suatu kali saya melihat ada seorang wanita muda yang giat menulis diary. Lantas saya bertanya, “Untuk apa Anda lelah-lelah menulis hal-hal yang sepele?” Wanita muda itu pun berkata, “Siapa tahu, goresan pena saya ini nanti akan disukai banyak orang dan dikenang seperti apa yang dilakukan oleh Anne Frank (1929 – 1945) ”.
Kemudian, saya pun berkata, “Yach benar, The Diary of Anne Frank tidak hanya disukai banyak pembaca, tetapi terlebih menghebohkan dunia.”
Mungkin kita pernah ingat akan orang-orang yang dipenjara karena tulisan-tulisannya yang tajam bagaikan pedang. Ada pembakaran buku-buku yang mengecam rezim tertentu. Dalam Gereja Katolik di Roma khususnya dan Eropa pada umumnya, pada kurun waktu tertentu, buku-buku yang dilarang beredar itu masuk dalam buku index.
