Oleh: Farninda Aditya
Sambas tentu bangga dengan lahirnya buku Along Siwi berjudul T(el)epati! Mengangkat tema lokal memberi perhatian khusus pada buku pertama Dare yang berasal dari Kampung Dagang, Sambas tersebut. Selain dari sisi buku, anak pertama yang kerab dipanggil Along ini juga menjadikan panggilan anak pertama pada Melayu Sambas sebagai nama penanya. Along yang bernama lengkap Siwi Annisa ini menganggap T(el)epati! sebagai anak pertamanya.
Pada kegiatan Ngobrolin Penulis (Ngopi) kerja sama Kalbar Membaca dan Penerbit Pustaka Rumah Aloy, Dedy Ari Asfar menyampaikan kegembiraanya atas karya Along Siwi. Selendang Dara Tarigas, menurutnya adalah cerita yang dahsyat!
Penulis cerpen Agik Idop Agik Ngelaban dalam buku Kalbar Berimajinasi, menilai bahwa eksplorasi lokal yang dilakukan Siwi pada ceritanya sangatlah bagus. Ia berharap, akan terus ada karya-karya dengan model yang sama.
“Menarik, ketika Siwi mengeksplorasi tradisi lokal di dalam cerpen ini. Ada satu kisah yang dahsyat untuk saya. Dari ide, plot, termasuk ending-nya pun menarik. Ada yang lain daripada yang lain. Budaya Sambas dengan imjinatif yang berbeda. Cerpennya berjudul Selendang Dara Tarigas. Simbolik selendang itu terasa sekali.” Ungkapnya dengan air muka senang.
