3. Live Concert rencananya 12 jam menjadi 14 jam non stop. Ini hanya terjadi baru kali ini di tengah Pandemi Covid-19 dengan mengusung tema kepahlawanan. Beberapa konser bertajuk pop dan populis, tidak menyentuh ranah kepahlawanan.
4. Kental seni budaya dan sastra Melayu Nusantara. Tampilan pantun yang saling jawab-menjawab, laksana pucuk dicinta ulam pun tiba. Kecil telapak tangan nyiru kami tadahkan. Gayung bersambut–kata dan kalimat berjawab. Keindahan sastra ini mengocok perut pemirsa.

5. Live Streaming terbanyak. Sampai ke Mancanegara di mana tayangan YouTube, disambung ke FaceBook, dan Instagram. Saling sambung menyambung dengan perkiraan pemirsa mencapai puluhan ribu. Bermula dari peserta zoom 500 orang, YouTube 1500 orang, dan bereplikasi ke banyak kantong-kantong massa.
6. Sambutan hangat dari mancanegara yang punya ikatan emosional seni sastra Melayu. Gabungan Penulis Malaysia (Gapena), muslim Pattani – Thailand, mahasiswa Wina-Austria, dan Kanada. Antusiasme mereka dalam leburan seni sastra pesohor asal Kalbar dan Nusantara.

Ikut bangga dan syukur Alhamdulillah perjuangan mengangkat Sultan Hamid II sebagai pahlawan Nasional yang didukung dan diakui oleh Seniman, politikus dalam negeri maupun mancanegara.