
10. Event tercepat skala nasional terselenggara sukses dan lancar. Persiapan kegiatan dimulai pada 11 Juni 2020 setetah Webinar bersama Badan Pengkajian MPR tentang Sultan Hamid II Pahlawan Nasional. Panitia terbentuk, lalu mulai saling kontak kepada seniman dan musisi. Dukungan mengalir dan performance pada 26 Juli 2020. Hanya dalam waktu dua minggu, atau setengah bulan. Melibakan empat studio rekaman di Kalbar, dan 1 di Jakarta.
11. Spirit nan tak bisa lagi surut. Para seniman kompak dan bersatu, ingin even ini menggelinding terus sebagai bola salju, karena menghibur umat manusia dari dunia segala penjuru. Bukan menyangkut Hamid saja yang “dizolimi”, tapi sudah pada esensi kemanusiaan yang bersifat universal. Bahasa hati. Bahasa qalbu. Menghibur rakyat seluruh negeri di masa pandemi agar marwah kesehatan menjadi tinggi, imunitas menguasai fisik sehingga kebal dari penyakit lahir maupun batin. Seni adalah obat penawar yang jarang dibicarakan di masa pandemi global.
12. Rekor gesekan biola terpadu dari 3 maestro. Kyla (remaja/Bogor), Hendri Lamiri (personil grup band Arwana/Jakarta), dan Tengku Ryo (musisi internasional asal Serdang/Sumatera Utara), serta Orkestra Biola Syair Melayu pimpinan Badarudin Mohan bersaudara (Pontianak).

Ikut bangga dan syukur Alhamdulillah perjuangan mengangkat Sultan Hamid II sebagai pahlawan Nasional yang didukung dan diakui oleh Seniman, politikus dalam negeri maupun mancanegara.