Berita

Adang Durahman – Haji Abdurrahman – Sultan Syarif Abdurrahman

Adang Durahman – Haji Abdurrahman – Sultan Syarif Abdurrahman

Saya kecipratan ilmu puitika darinya. Juga Item, Rom, Asep dan Mba Neni asal UI.

Hampir seminggu tamu istimewa saya berada di Bumi Khatulistiwa. Kami bawa makan tempoyak. Sayur olahan buah durian. Khas Kalbar. Cocok pula di lidah mereka. Nambah dan nambah. Sampai kini mereka rindukan hasil rempah ibunda tercinta. Termasuk Paceri Nanas. Kini kuliner Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB-I).

Tentu ke Tugu Khatulistiwa dan Istana Qadriyah.
Saat pulang, Rommy Fibri ada akal pelanduk yang smart. Cerdas. Ia izin menghadap rektor. Prof H Mahmud Akil, SH yang alumni UGM. Kagama. Keluarga besar Gajahmada.

Tak pelak kelima tamu saya dirangkul tiada dipukul. Disayang, bukannya proposal ditendang. Apalagi Pak Mahmud murah hati. Murah senyum. Juga ringan tangan merogoh saku sampai dalam.

Kelima tamu saya dibiayai pulang gretong. Gratis. Naik KM Lawit tanpa merogoh kocek aktivis pers kampus yang besar di idealisme namun kosong isi dompet.
Saya pun memetik manfaat besar dari Dikjur Matindas. Khatam bawa mobil.

Pinjaman Ir Zulfadhli dari KNPI. Mobil kodok yang sudah butut untuk operasional Panpel. Maka Kang Adang amat berkesan dalam kehidupan saya. Sampai kini dan masa depan.

*

1995 kami jumpa di Bandung. Inap di Isola. Nama awalnya IKIP Bandung. Kini UPI. Persis 50 tahun Indonesia Merdeka. Hut Emas.