Adang Durahman idola saya dalam mengelola pers kampus. Darinya saya belajar banyak. Mulai manajemen redaksi, pengelolaan reporter baru dan senior, hingga laporan keuangan. Ia juga mengajari saya bagaimana memenangkan presentasi LKTI. Termasuk filsafat pers.
Salah satu judul di Isola Pos terbit hitam putih ala-ala Kompas zaman baheulak adalah, “Krak! Bum…Baju Dinas Korpri.” Saya suka judulnya. Bombastis. Menarik perhatian untuk dibaca. Smart. Penjudulannya cerdas. Wajarlah di masa Kang Adang menjadi Pemred Isola Pos keluar sebagai juara satu penerbitan kampus seluruh Indonesia.
Inspirasi Kang Adang saya bawa ke Mimbar Untan. Alhamdulillah MiUn–singkatan nama tabloid kampus–bermarkas di Humas Rektorat dapat saya buat independent. Tidak lagi underbow Kehumasan Rektorat tapi berdikari. Sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya. Setara.
Untuk itu bujetnya sama-sama dari Purek III. Sama-sama punya pola rekruetmen anggota secara demokratis dan terbuka.
Ini legacy kesejarahan MiUn yang saya catat dengan tinta emas masa kuliah tempo doeloe. Meneruskan catatan emas sang perintis era 1980-an yakni Suryadi Suwingangun, Chairil Effendy, termasuk putra tokoh pemerintahan cum panembahan Mempawah Jimmy M Ibrahim, Muharso. Era Dekan FKIP Drs Bachid Nawawi dan Rektor Prof Dr H Hadari Nawawi. Era saya 1992 Rektor Universitas Tanjungpura adalah Prof H Mahmud Akil, SH. Alumni UGM asli asal Landak.
