Berita

Adang Durahman – Haji Abdurrahman – Sultan Syarif Abdurrahman

Adang Durahman – Haji Abdurrahman – Sultan Syarif Abdurrahman

Saya ikut Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut di Universitas Parahyangan. Namun curi waktu meliput pertemuan para tokoh Indonesia di Seskoad. Saya tahu ada Prof Mahmud Akil sebagai pesertanya. Juga Gubernur Letkol Pardjoko Suryokusumo.
Saya bersua Prof Mahmud di acara itu. Wawancara. Tentu dia bangga. Lalu minta jumpa malam hari di penginapannya Hotel Parahyangan.

Saya ditemani Syafarudin Usman dan Sri Nur Aeni datang menghadap. Tentu dijamu makan dan minum enak-enak.

“Silahkan pilih. Ayo makan. Kalian mahasiswa hebat yang membanggakan Untan.”
Kami kikuk. Hanya berani pilih nasgor. Juga juice jeruk. Rasanya sudah hebat dan mewah.

Sepulangnya kami disawerin uang. Masih mengkilap. Bau cetakan Perum Peruri. Percetakan Uang Republik Indonesia.

Banyak sekali pemberiannya. Kami bisa borong banyak buku di Cilosari Bandung dan buku loakan di Kwitang kawasan Senen, Jakarta.

Itu sekelumit jasa bersama Kang Adang yang sudah nyambi liputan untuk Jawa Pos. Belakangan saya juga bergabung ke JPNN (Jawa Pos News Network) lewat anak Jawa Pos yakni Pontianak Post dengan menerbitkan cucu koran bernama Harian Equator. Di sana saya berkarir sampai Redaktur Pelaksana termuda di Indonesia. Lingkup Jawa Pos hingga dapat beasiswa ke USA 2001 dan 2004.

*