Aspirasi lain tak kalah lantang datang dari Anwar. “Pertama, saya meminta jaminan keamanan untuk anak-anak kami yang baru masuk. Yang kedua, tidak ada penawaran lagi. Mau PMB bernama Pawang atau apapun jangan ada penyiksaan. Ini adalah sekolah sipil bukan sekolah militer!” ujar Anwar seraya menyebut detil pemukulan, hingga ‘maba’ dilarikan ke rumah sakit.
Dialog berangsur tenang setelah emosi orang tua tersalurkan dan didengarkan pihak berwenang. Saat itu Dekan Fakultas Teknik Dr.rer.nat.Ir.R.M.Rustamaji, M.T baru bisa bicara dengan mulus sehingga diputuskan perkuliahan harus bisa berjalan secepat-cepatnya. “Kalau bukan mereka yang buka segel kelas, kami berani membukanya. Kalau mereka melawan, ya kami hadapi,” teriak salah seorang ayah dengan tubuh gempal dan disabar-sabarkan oleh orang tua lainnya.
Aula FT Panas, Mahasiswa Buka Segel Kelas
Baca Juga:FKUB Kalbar Sikapi Bom Gereja Medan
