إِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ. إِغْتَنِمْ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَامِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَصِحَّاتِكَ قَبْلَ سُقْمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، أَوْكَمَا قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Artinya: ”Gunakan lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya: gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu; masa hidupmu sebelum kematianmu; waktu luangmu sebelum waktu sibukmu; waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu; waktu kayamu sebelum waktu miskinmu.” Atau sebagaimana yang disabdakannya SAW.” (HR. Ibnu Abbas, ra.).
Dalam pergaulan hidup sehari-hari, baik di dalam keluarga maupun masyarakat, seringkali terjadi perselisihan yang disebabkan oleh adanya kekhilafan atau kesalahpahaman, yang kemudian berakhir pada pertengkaran dan permusuhan diantara kita. tidak ada untungnya kita bertengkar dan bermusuhan, karena kita semua bersaudara, bahkan sesama muslim kita diikat dengan satu aqidah yaitu kalimat ” لاَّإِلهَ اِلاَّ الله مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ الله”. Bukankah dengan saling bermusuhan hidup akan menjadi sempit, dan kita tidak mempunyai saudara dan tetangga lagi. Lalu jika sudah demikian, siapa yang akan menolong jika kita mengalami kesulitan? siapa yang akan menghibur jika kita ditimpa musibah? siapa yang akan membesuk jika kita sakit? siapa yang akan membimbing kalimat ” لاَّإِلهَ اِلاَّ الله ” jika kita menghadapi syakaratul maut? dan siapa yang akan memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan jika kita sudah meninggal dunia nanti?
