Sadarilah, bahwa di sekeliling kita masih banyak saudara-saudara kita yang masih memerlukan perhatian dan uluran tangan kita. Sanggupkah kita hidup dengan segala kemewahan dunia, sementara masih ada saudara-saudara kita yang miskin dan kelaparan? Sebagai seorang mukmin, kita mestinya susah jika melihat saudara kita susah, dan senang jika melihat saudara kita senang. Jangan sebaliknya, kita senang jika melihat saudara kita susah, dan susah jika melihat saudara kita senang. ketauhilah, sesungguhnya kebahagian itu bukan karena harta benda yang bertumpuk, dan bukan juga karena tingginya pangkat dan jabatan yang kita miliki, tetapi kebahagiaan yang sesungguhnya adalah apabila kita bisa berbagi dengan saudara-saudara kita yang lain, terutama kepada mereka yang tidak mampu. Karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan mamfaat bagi orang lain. Karena itu sekali lagi, mari kita tingkatkan jiwa kepedulian sosial kita, saling bahu membahu, dan bekerjasama untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu, yaitu dengan menginfaqkan sebagian rezeki yang kita miliki baik berupa zakat, infaq, maupun shadakah. Ingatlah firman Allah SWT. berikut yang artinya: “Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan sesungguhnya Allah mengetahui.”(QS. Ali Imran,[3]: 92).
Akhirnya, semoga Allah SWT memberikan rahmat, ampunan, dan kemenangan bagi kita semua, sehingga kita tergolong kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Amin.(Penulis adalah alumni Pascasarjana IAIN Pontianak)
Bahagianya Menjadi Orang yang Taqwa
Baca Juga:Buka Puasa Kecepatan
