Berita

Bahasa Ibu, bukan Bahasa Menakutkan

Bahasa Ibu, bukan Bahasa Menakutkan

Bahasa Ibu sebenarnya sudah diterapkan sejak saya dan saudara masih di usia dini, namun bahasa tersebut tak lagi kami gunakan karena sudah bersekolah tepatnya di kelas dua SD. Menurut Emak hilangnya bahasa Bugis dikarenakan di sekolah kami sudah menggunakan bahasa Indonesia dan Melayu. Dan bahasa itu berlanjut di dalam rumah dan orang tua juga ikut menggunakan bahasa Melayu.

Tidak digunakan bahasa Bugis bukan berarti tidak mengerti arti bahasa tersebut, hanya saja tidak bisa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun untuk kalangan
orang tua masih menggunakan sebagai bahasa sehari-hari jika berbicara pada setiap kali bertemu. Selain itu bahasa Ibu juga digunakan ketika orang tua kesal terhadap anaknya, jika kecil dulu sebagai bahasa untuk memarahi anaknya.

Dari kegiatan ini saya sadar bahwa bahasa Ibu bukanlah hal yang menakutkan tetapi sesuatu yang harus dijaga dan dibanggakan.
Seperti ikrar yang diucapkan pada penutupan kegiatan “Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu”. (*)