Kami menyadari penggunaan kosakata tersebut tidak mudah sehingga beberapa peserta sulit memenuhi kriteria tersebut. Penggunaan kosakata itu tentu saja tidak sekadar formalitas atau hanya memenuhi persyaratan lomba, tetapi harus dinarasikan sehingga menjadi rangkaian cerita. Kaidah bahasa, kualitas foto, dan sudut pandang tulisan hingga pemilihan subtema juga menjadi dasar penilaian tim juri. Penilaian secara utuh dan menyeluruh tersebut untuk memastikan bahwa tulisan benar-benar layak dan enak untuk dibaca khalayak.
Karena berbasis blog, karya yang dinilai tim juri ialah naskah yang tertera atau dipublikasi para peserta di blog masing-masing. Kami mendapati, ada beberapa peserta tidak memuat utuh tulisan mereka, sebagaimana yang dipersyaratkan dalam sayembara.
Para peserta tersebut, di antaranya tidak mencantumkan daftar atau senarai kosakata lokal beserta artinya dalam bahasa Indonesia pada naskah di blog. Walaupun, teknis dan penyajiannya cukup bagus, tulisan itu kalah bersaing karena tidak mencantumkan senarai tersebut pada blognya.
Kami memilih blog sebagai wadah penulisan pada sayembara kali ini karena ingin lebih memperluas sosialisasi mengenai pelestarian bahasa daerah di Kalimantan Barat. Kami ingin memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap pelestarian bahasa ibu.
