Bom Bunuh Diri di Gereja Medan Ber-KTP Kalimantan (Palsu)

1 Min Read

Teraju.id, Pontianak
Bom bunuh diri yang gagal meledak di gereja Santo Yosef di Jalan Dokter Mansur, Medan, Sumatera Utara, diketemukan ber-KTP Kalimantan. Tepatnya Kalteng. Namun sumber Teraju menyimpulkan bahwa KTP itu palsu.

Pelaku bunuh diri yang terluka bakar ketika berlari ke arah pastur berhasil ditangkap. KTP miliknya bernomor 6271212210980001, Kalteng, Kota Palangkaraya. Sedangkan Medan Selang adalah Kecamatan di Sumut. Bukan di Kalteng. “Tak ada data penduduk macam begitu di Kalteng. Ini jelas data palsu,” ungkap sumber Teraju.
Upaya meledakkan bom di dalam gereja terjadi saat pastor akan berkotbah. Demikian diekspose okezone. Pembawa bom dengan membawa ransel berlari mendekati pastor ke Altar. Sebelum sampai di altar telah keluar percikan api dari ransel tersebut dan mulai membakar dirinya sendiri.

Johannes dari kalangan gereja kepada media menambahkan, pembawa bom terus mengejar pastor. Melihat gelagat tidak baik, pastor pun berlari menghindar. Sedangkan, umat gereja terkejut dan mulai mengejar pembawa bom dan mengambil ransel yang sudah terbakar.

“Pastor dan semua umat selamat. Pembawa bom luka luka dan sedang diinterogasi oleh polisi. Menurut pembawa bom, dia tidak sendiri. Di dalam ransel ditemukan, bom rakitan yang belum meledak, pisau, kampak dan benda benda tajam lainnya,” pungkasnya. (nuris)


Kontak

Jl. Purnama Agung 7 Komp. Pondok Agung Permata Y.37-38 Pontianak
E-mail: [email protected]
WA/TELP:
- Redaksi | 0812 5710 225
- Kerjasama dan Iklan | 0858 2002 9918
Share This Article
Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.