Berita

Catatan Perjalanan ke Pontianak: Negeri Kaya, Krisis Energi dan Kepemimpinan

Catatan Perjalanan ke Pontianak: Negeri Kaya, Krisis Energi dan Kepemimpinan

Cornelis juga menyatakan kekaguman atas kiprah Fahri di DPR RI. Teruslah berani dan lantang, katanya. Indonesia butuh sosok-sosok anak muda seperti Fahri. Yang berani bersuara atas ketidakadilan. Cornelis meminta maaf, karena harus menghadiri acara di Jakarta. Cornelis terhitung dalam jajaran Gubernur yang jarang ke Jakarta. Bagus, kata Fahri. Itu bukti dedikasi dan kesungguhan mengurusi rakyat.

Mereka berdua berpelukan erat. Cornelis yang PDIP dan merah itu berpelukan dengan Fahri yang PKS dan muslim. Mereka berada di pijakan yang sama tentang bangsa ini. Pijakan bernama amanat penderitaan rakyat. Mereka juga berfoto berdua. Fahri bilang, semua curhat Cornelis akan menjadi catatan untuk diperjuangkan. Alumni KAMMI Kalbar yang menjemput juga meminta foto bersama. Gubernur membuka pintu dan persilahkan Fahri berkumpul bersama anak-anak muda Kalbar. Anak-anak muda perlu dinyalakan bara semangatnya.

Rombongan tak langsung ke hotel. Perjalanan dilanjutkan ke Aula Rumah Dinas Wakil Walikota. Fahri Hamzah akan dijamu terlebih dahulu oleh Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Dalam sambutan sederhana tersebut, kami dihidangkan makanan khas Kalbar. Ada Mie Sagu yang enaknya tak disangka-sangka. Juga Ikan Tenggiri Asam Pedas khas Pontianak. Asamnya berasal dari tomat yang melimpah. Rasanya segar. Badan yang lelah akan terasa enak kalau kita menyeruput air kuahnya.

1 Komentar

  1. Dwi Wahyudi
    April 29, 2017 pukul 6:49 pm

    Sayang pada saat kegiatan saya sedang ada kesibukan, semoga di lain waktu mendapat kesempatan untuk bertemu Beliau. 🙂

Komentar ditutup.