Di Aula Rumah Dinas Wakil Walikota tersebut, bergantian Fahri Hamzah dan Wawali memberi sambutan dan bertukar cinderamata. Mata saya bersitumbuk pada gambar foto raksasa yang menjadi latar utama. Sebuah foto situasi Pontianak pada tahun 1971. Jalan Agus Salim yang masih asri dengan banyak sepeda yang lalu lalang. Di kiri jalan masih ada sungai yang masih alami. Jalan Agus Salim adalah jalan protokol yang menghubungkan tiga cabang sungai dengan kota. Pembangunan dan kemajuan telah merubah itu semua.
Kadang, pembangunan juga melahirkan kemudahan, keteraturan dan keadaban baru. Tapi bisa juga, pembangunanisme yang tak memperhatikan citarasa keadilan dan kemanusiaan juga akan melahirkan ketimpangan, kemiskinan dan hilangnya esensi manusia dalam relasi sosial kita. Pemimpin harus waskita merenungkan seluruh perjalanan dan perubahan di daerahnya. Energi asasi sebuah bangsa harus terus dipelihara. Energi asasi dari kemanusiaan kitalah yang akan memberi kita daya tahan kita menghadapi perjalanan dari jaman ke jaman. (Pontianak, 28 April 2017. Penulis adalah Alumni KAMMI)

Sayang pada saat kegiatan saya sedang ada kesibukan, semoga di lain waktu mendapat kesempatan untuk bertemu Beliau. 🙂