Berita

Catatan Perjalanan ke Pontianak: Negeri Kaya, Krisis Energi dan Kepemimpinan

Catatan Perjalanan ke Pontianak: Negeri Kaya, Krisis Energi dan Kepemimpinan

Dalam perbincangan di ruang VIP Bandara tersebut, Cornelis menyampaikan terima kasih atas kunjungan Fahri Hamzah ke Kalbar. Cornelis juga bercerita tentang masalah daerah, terutama krisis energi, infrastruktur dan problem perbatasan. Cornelis bilang, Kalimantan Barat yang mayoritas Dayak ini, seperti daerah yang belum mendapat tatapan mata sempurna dari pusat.

Sedianya, dulu, dalam rencana kunjungan kerja Tim Pengawas Perbatasan DPR RI, Fahri Hamzah selaku Ketua Timwas akan mengagendakan untuk mengunjungi Entikong dan beberapa daerah di Kalbar. Diantara daerah perbatasan di Indonesia, Kalbar adalah provinsi yang tapal dan jalur batasnya terbuka alias bisa dilalui jalan darat dengan leluasa. Tapi sayangnya, penyediaan kebutuhan dasar warga perbatasan belum terpenuhi semua. Di Kalimantan, ada 4 kabupaten di perbatasan yang listriknya impor dari Malaysia. Sambas, Bengkayang, Entikong, dan Kapuas.

Melongok ke Malaysia dari daerah perbatasan, seperti memantik rasa minder dan ketidakadilan. Betapa sepertinya rakyat kita lama tak diperhatikan. Cornelis didaulat sebagai Presiden Masyarakat Dayak Indonesia itu oleh suku-suku Dayak di serentang Kalimantan ini serius sekali bercerita tentang nasib rakyatnya yang berada di situasi sulit. Jalan, sekolah, urusan kependudukan, mobilisasi logistik; semuanya berada dalam kondisi memprihatinkan. Barang-barang dibeli dari Malaysia. Kita kehilangan harga diri. Benar-benar tertekuk muka kita.

1 Komentar

  1. Dwi Wahyudi
    April 29, 2017 pukul 6:49 pm

    Sayang pada saat kegiatan saya sedang ada kesibukan, semoga di lain waktu mendapat kesempatan untuk bertemu Beliau. 🙂

Komentar ditutup.