Saya juga diperkenalkan penyakit yang berkaitan dengan buah ubar ini. Cacar. Ya, ada jenis serangan virus yang kami kenal dengan nama “cacar ubar”. Badan yang terserang virus akan timbul butiran-butiran sebesar biji ubar di mana-mana. Muka, badan, tangan, belakang, kaki. Virus itu cukup menyakitkan dan banyak pantangnya.
“Kalau musim buah, hati-hati, banyak penyakit datang,” kata kakek dahulu.
Nah, itulah yang saya ingat sekarang. Sekarang juga musim virus, virus yang dahsyat. Corona. Corona telah menyerang banyak orang dan banyak negara. Jumlah orang yang meninggal setelah positif corona juga sangat banyak.
Corona hari ini muncul berbarengan dengan dengan musim buah salam. Sebelum corona ini menghantui, di lingkungan kami, ayam-ayam tetangga juga punah terserang wabah.
Lalu, apa kaitannya antara buah salam dan corona? Mungkin tidak ada kaitan sama sekali. Buah salam bukan obat corona. Setidaknya, begitu yang saya ketahui.
Tetapi, ingat kata kakek, saya merasa keduanya sekarang ini berkaitan dari sisi momentum. Musim buah ubar dan musim virus (virus menyerang ayam dan virus corona) sama-sama musim penghujan-panas, kadang hujan, kadang panas. Kadang juga hujan panas. Kami diperkenalkan dengan masa pancaroba.
