“PLTN itu ketika beroperasional harganya hanya empat sen dollar sedangkan kita punya uranium terbaik kedua di Indonesia setelah NTT, tapi kita tidak manfaatkan karena ketakutan. Kalo kita berpikir ketakutan kapan kita bisa maju,” tuturnya.
Tak hanya itu saja, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji juga memaparkan program desa mandiri yang digagasnya bersama Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan saat mencalonkan diri sebagai Gubernur waktu lalu. Saat ini Provinsi Kalbar memiliki 2031 desa dan sekitar 1000 lebih dikategorikan desa tertinggal dan desa sangat tertinggal yang ada di kalbar.
“Untuk desa mandiri hanya satu di kalbar, maka saya mempunyai target di tahun ini akan jadikan 55 desa mandiri. Kita akan sinergikan dengan TNI-Polri membangun desa mandiri,” tegasnya.
Dirinya tidak berkeyakinan bahwa dana desa dari pemerintah bisa mewujudkan desa mandiri. Sebab dana desa tersebut tidak mencakup 52 indikator desa mandiri jika di menggunakan dana desa saja.
“Dari 52 indikator itu saya sudah hitung, kalo semuanya ada, maka desa itu perlu 52 miliar untuk mewujudkan desa mandiri dalam satu desa. Sedangkan dana desa hanya 1,5 miliar ini tidak terwujud, butuh 30 tahun untuk wujudkan desa mandiri, nah kita Pemprov, TNI dan Polri kita satukan untuk sinergitas,” katanya. (r/cucu)
