Rangkaian acara akad nikah yang berlangsung sukses dan lancar itu dilengkapi dengan kejutan peluncuran buku dari Club Menulis IAIN. “Kami memang memberikan kejutan buat mempelai,” kata salah seorang inisiator terbitnya buku, Marsita Riandini. Kata wartawati yang akrab dengan Farninda, hadiah buku akan lebih istimewa karena terikat dalam benda yang tak hanya sekedar bacaan, namun dalam makna serta berkesan.
Marsita membuka kado dari bungkus yang rapat di depan kedua mempelai di atas pelaminan. Sebuah gunting diserahkan kepada pembina Club Menulis, Dr Yusriadi, MA untuk menandai peluncurannya.
“Oh saya kah yang memotong pita pertanda launching buku istimewa ini?” Yusriadi maju dan menggunting pita disambut senyum, tawa, dan berbagai komentar renyah soal cantiknya Farninda, sang pemimpin Club Menulis IAIN. Kata cantik di sini perlu ditabalkan karena perempuan aktivis literasi dan sastra Kalbar ini biasanya sehari-hari tampil tomboy dan tak terlalu peduli dengan dandanan.
Buku berjudul Cerita Tentang Farninda ini ditulis oleh para sahabat dan pemerhati media literasi Kalbar. Selain Marsita Riandini, juga ada Dian K, Ambaryani, Dr Yusriadi, Dedi Ari Aspar dll.
“Buku ini disusun dengan ide memberikan kesan terbaik buat Farninda. Kami buat mendadak. Hanya beberapa pekan sebelum hari-H pernikahan. Dan tentu ini dirahasiakan,” ungkap Marsita.
