Isi buku bercerita tentang interaksi penulis dengan figur Farninda yang bernama lengkap Farninda Aditya, M.Pd. Ada dari sisi humor, penampilan, pemikiran, sepak terjang, karya, hingga pesan-pesan menjalani rumah tangga agar sakinah-mawaddah-warahmah.
Sementara itu di depan pintu masuk rumah resepsi terdapat sebuah baliho bertemakan kartun pernikahan di mana dua sejoli membuka buku. Pada halaman buku yang terbuka itu tertulis Aksara Sandi serta sebait puisi. Di bagian bawah baliho tertera lembaga-lembaga literasi yang akrab dan dekat dengan Farninda Aditya.
Budaya peluncuran buku seperti ini perlu dikembangkan. Terutama karena pernikahan merupakan acara yang sakral. Buku juga merupakan sesuatu yang sakral di belantika akademik atau pendidikan. Adapun rumah tangga yang terbentuk akibat pernikahan adalah sekolah mini di mana ayah, ibu dan anak diibaratkan dengan kepala sekolah, guru dan murid. Buku menjadi amat sangat penting.
Bayangkan jika setiap akad nikah ada launching buku? Berapa banyaknya buku terbit di Indonesia. 🙂
