Berita

Festival Pantun Nusantara Siap Ukir Rekor dan Ajukan sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO

Festival Pantun Nusantara Siap Ukir Rekor dan Ajukan sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO
Audiensi Panpel Festival Nadi khaTULIStiwa bersama Walikota Pontianak Ir H Edi Rusdi Kamtono, MM, MT.

Indonesia dan Malaysia secara bersama-sama mengajukan pantun sebagai warisan budaya takbenda dunia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Warisan budaya takbenda dunia yang dimiliki bersama oleh Indonesia dan Malaysia akan disidangkan pada awal tahun 2021. Demi mendukung pantun sebagai WBTB dunia maka Pontianak sebagai kotanya orang Melayu harus mengambil peran untuk memfasilitasi pantun dalam bentuk festival. Festival Pantun Nusantara yang melibatkan multipihak (antarprovinsi dan antarnegara). Festival ini diharapkan memecahkan rekor dunia sebagai pertunjukan daring/online yang berisikan beraneka hal berkenaan dengan pantun. Pertunjukan daring ini berisikan berbagai konten mulai dari bincang akademik sampai dengan berbalas pantun dari semua kalangan, seperti maestro pantun, budayawan, tokoh masyarakat, komunitas, seniman, dosen, mahasiswa, guru, dan siswa. Rekam jejak digital mengenai pantun harus ada dan lahir dari Kalimantan Barat sebagai tanah leluhur nenek moyang Melayu Purba.

(Penulis adalah pegiat pantun di Asosiasi Tradisi Lisan dan bekerja di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat).