Menarik sekali, putri Mas AH memilih masa depan menetap di Sydney. Tetangga kita: Australia. Gadis yang baru saja menjuarai Pop Singer di Shanghay ini suka pedestariannya. Semakin pro pejalan kaki. Beda dengan Indonesia yang pro motor dan mobil.
Dari Diana juga kami terkesima bahwa Pontianak di zaman Belanda punya planning membangun transportasi publik kereta api. Tujuan ke Sambas. Dan Kang Deman yang aktif di Tengkawang dengan habitat DAS Kapuas menemukan tapak rel. “Maka ada Bukit Rel di Pontianak Utara,” sambungnya. Kami membahas moda transportasi yang ramah lingkungan termasuk pedestarian.
Di dalam hati, saya kuatir, anak anak cerdas Indonesia pada kabur ke LN sebab tata kotanya tak ramah dengan lingkungan.
*
