Berita

Loyalis Sultan Hamid Bicara Apa Adanya: Sejak Lahir Sampai Wafat Hamid Alkadrie Orang Indonesia, Bukan Belanda!

Loyalis Sultan Hamid Bicara Apa Adanya: Sejak Lahir Sampai Wafat Hamid Alkadrie Orang Indonesia, Bukan Belanda!

Cobalah ahli-ahli sejarah itu melihat dari sisi kesejarahan yang lebih luas ini. Apalagi para Sultan itu sudah meninggal. Maka sesuai dengan ajaran Islam marilah kita bicara tentang kebaikannya. Jangan sampai ada narasi yang melecehkan. Seperti kata pengkhianat, sungguh tidak lazim dalam ajaran Islam.

Kita juga tidak akan menggugat atau membongkar alasan-alasan tentang adanya veteran pejuang 45 di Kalbar yang kita semua generasi tua tahu tidak adanya rekam jejak perlawanan fisik dan politik di daerah Kalbar yang melawan Belanda karena cendekiawannya sudah habis dibantai Jepang. Lihat Hari Berkabung Daerah yang diperingati setiap 28 Juni 1945 sampai sekarang.

Tolong masyarakat berempati terhadap usulan Sultan Hamid II sebagai pahlawan Nasional, karena secara resmi negara sudah mengakui Beliau adalah Perancang Lambang Negara. Ini bukan kepentingan keluarga ataupun anak cucu Sultan Hamid II, tetapi ini adalah jasa merancang lambang negara dan desain kedaulatan RI, kebanggaan masyarakat Kalbar yang rela bersatu di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Walaupun provinsi ini tidak mendapat predikat Daerah Istimewa seperti yang diperjuangkan SH II di dalam Republik Indonesia Serikat di KMB yakni Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB).