Berita

In Memorium Selamat Jalan Pak Darto

In Memorium Selamat Jalan Pak Darto

Terngiang dipendengaran saya kini, ketika itu Pak Darto yang kini sudah tiada di tengah-tengah kami berkata: Terima kasih anak-anakku, ini untuk pertamakalinya saya merayakan ulang tahun, seumur saya 83 tahun, tidak pernah saya lakukan. Bu Juniar, jangan doakan saya panjang umur, tapi doakan, semoga diusia saya yang sekarang ini hidup saya tetap bermanfaat untuk semua orang.

Itulah ungkapan lirih dengan tukus ikhlaa yang diucapkan pria yang hingga akhir hayatnya tetap sendiri ini. Saya tertegun, terkesima, tak berkata apa-apa ketika itu, kecuali mengucapkan rasa syukur atas karunia Nya untuk sang pendidik kawakan ini.
Maka cukup mengagetkan buat saya, ketika pagi hari Rabu, 25 Januari saya mendapat kiriman pesan WA dari kolega saya yang mengabarkan Pak Darto telah tiada. Seyogyanya, siang harinya saya bermaksud menemui beliau di ruang kerjanya di Kantor Diknas Kalbar, selain seperti biasa bincang-bincang sejarah, juga mengantarkan pita mesin ketik untuknya. Pak Darto memang senang mengetik, meski sejumlah besar naskah yang saya terima darinya selama ink menggunakan tulisan tangan beliau.

Selain itu, saya juga bermaksud memberikan buku untuknya. Biasanya kalau saya kembali dari Jakarta, atau dari tempat lain di luar Kalbar, oleh-oleh khusus saya buat beliau adalah buku. Sepertinya, kami sama-sama penyuka dan penyinta buku.