
Jumatan di mesjid yang indah ini telah berlangsung 62 kali yang setara dengan lima tahun lalu mulainya. “Ini subuh berjamaah kita yang pertama kali dengan sujud tilawah. Jadi ini sangat bersejarah. Apalagi seusai sujud tilawah kita lanjutkan dengan bincang-bincang ringan seputar program kerja MABM,” ungkap Abriyandi yang domisilinya di kawasan Pal Lima sekira 3 km dari Rumel.
Mesjid Al Hijrah berada di kawasan perkantoran dan destinasi wisata Rumah Radakng. Dikarenakan jauh dari wilayah pemukiman, tujuan jamaah lebih besar untuk shalat Jumat saja di sini karena halaman parkirnya luas, serta takmir mesjid mengatur khatib, imam, dan muazzin dengan kualitas terbaiknya. Kerap kali jemaah meneteskan air mata karena kesahduan qiraat dan fasihnya makhraj huruf sang imam. Begitupula muazzin. Tak terkecuali untaian khutbah yang bernas dan trengginas. Selain Jumatan,waktu shalat lima waktu lebih diisi jemaah sesuai agenda di Balairung Sari Rumah Melayu maupun staf kantor Balai Kerja MABM.
