Mudah mudahan dengan adanya bukti kecanggihan tehnologi pengambilan sidik jari melalui Instrumen MABIS ini dapat menarik empaty perhatian semua pihak.
Kasus pembunuhan yg dilakukan pelaku Aloysius Fernando Mahasiswa Perguruan Tinggi terbesar di Kalimantan Barat ini, siang tadi Kamis 22/9/10.300 dilakukan rekonstruksi oleh Tim penyidik Direktorat Reserse Umum Polda Kalbar dibawah Pimpinan langsung Dir Reskrimum Kombes Pol Drs, Krisnandi SH, MH, terungkap bahwa pelaku melakukan pembunuhan terhadap Korban karena Panik, korban perutnya merasa kesakitan dan berteriak teriak, yg diperkirakan korban akan melahirkan janin hubungan gelap dengan Pelaku Ando.
Menurut pengakuan Pelaku, bahwa siang itu 19 September Korban mendatangi rumah kost pelaku di Komplek Mega Mas Jalan Parit Haji Muksin 2 Blok D nomor 31, sempat baring baring bersama pelaku dan oleh pelaku korban sempat diurut punggungnya dengan minyak urut, sehingga korban tertidur, namun ketika bangun korban merasa kesakitan dan bertriak teriak sambil memukul mukul dada pelaku, sehingga pelaku emosi dan membekap korban dengan menggunakan bantal yg ada diatas Kepala Pelaku.
