Berita

Prof Dr HM Nuh Buka Rakornas Wakaf Indonesia

Prof Dr HM Nuh Buka Rakornas Wakaf Indonesia

Nuh mengajak padukan IQ, EQ dan ESQ. Bahkan kini ditambah dengan Digital Question. “Jadikan Indonesia sebagai tempat lahir dan mati, sangat tidak sopan dan santun jika tidak mewujudkan Indonesia Question. 100 tahun Indonesia Merdeka dalam masa depan emas. Lakukan transformasi dari saya, kami dan kita.”

Sumber dari Nabi SAW adalah zakat yang sifatnya wajib. Wajib sesuai hisab sehingga bisa dibagikan habis. Ada 8 asnab penerimanya. Ada juga infak. Penerima manfaat bisa fleksibel, serta “Islam” punya wakaf. Sifatnya bebas, tidak harus kaya. “Siapapun bisa berwakaf. Kekal. Manfaatnya sangat fleksibel sesuai akad yang telah ditetapkan.”

Umat mesti bisa mensinergikan antara zakat, infak, sedekah dengan wakaf. Ada dimensi strategis dalam wakaf. Dimensi keyakinan. Dimensi mindset untuk hidup produktif. Juga aksi wakaf pasti berdampak positif di mana ikatan sosial semakin baik, di mana satu sama lainnya saling memperkuat. “Yumbuhkan kesadaran kolektif. Bangun budaya memberi.”

Budaya paling tinggi ada memberi. Di bawahnya penerima. Di bawahnya lagi meminta. Level terendah adalah peminta-minta. “Memberi adalah martabat hidup,” kata Nuh yang alumni ilmu kimia di Perancis.

Ketua BWI menyebutkan Rumah Sakit di Serang dibangun atas dana wakaf. “Bayangkan jika bertumbuh proyek nasional dari wakaf produktif,” ungkapnya.(kan)