Dikarenakan tuntutan demonstran terlalu besar menyusul dihapuskannya kegiatan PAWANG (Penerimaan Mahasiswa Baru versi Fakultas Teknik, red), Rektor melalui Warek III Bidang Kemahasiswaan menggelar konferensi pers, Rabu (29/9/16) bertempat di ruang Warek III, lantai dasar Rektorat di mana turut hadir Dekan Fakultas Teknik Dr Rustamadji. Adapun massa demonstran terdengar ribut dengan koar-koar musik dan yel-yel penyemangat massa. Konferensi pers berlangsung lebih kurang 3 jam.
Dalam konferensi pers itu Warek III Prof Dr Kamarullah, SH mengatakan bahwa pihak Rektorat berkehendak masalah Fakultas Teknik diselesaikan di tingkat Fakultas. “Demo di Rektorat bukan jalan keluar, sebab di sini adalah unit pelayanan seluruh fakultas,” ungkapnya seraya menghargai sikap mahasiswa dalam menyalurkan aspirasi lantaran negara kita adalah negara yang demokratis. Namun hak-hak pegawai untuk bekerja dengan baik, tenang dan lancar juga harus diberikan oleh massa mahasiswa yang berdemo di Gedung Rektorat.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknik Dr Rustamadji juga bercerita soal kronologi kenapa PMB/Pawang di Fakultas Teknik ditiadakan. Pertama dikarenakan adanya praktik perpeloncoan di mana mahasiswa baru diteror sehingga menderita fisik dan psikis. “Mahasiswa baru itu dilarikan ke Rumah Sakit,” ungkapnya seraya menyatakan bahwa tuntutan mundur tak bisa dibenarkan karena Dekan bekerja atas amanah UU dan diatur oleh Kementerian Pendidikan Tinggi.
