Walaupun KH. Abdullah Syukri adalah Kyai saya, namun sebenarnya saya tak pernah berjumpa lama dengan beliau. Saya hanya pernah berkesempatan untuk bertemu selama tak lebih dari 6 jam lamamya.
Namun setelah pertemuan itu, saya tak pernah berhenti belajar bersama Sang Kyai Besar. Bukan hanya sebulan dua bulan apalagi sehari dua hari, tetapi selama tak kurang dari 6 tahun lamanya.
Saya berguru dengan Sang Kyai Besar, tidak secara langsung. Melainkan lewat santri-santri hebatnya. Saya berguru demgan Sang Kyai Besar, tidak lewat bertatap muka secara langsung, namun lewat karya-karya tulisnya dan karya-karya peradabannya yang luar biasa.
Dan hingga detik ini, walau beliau telah meninggalkan kita semua, saya tetap berguru dengan Sang Kyai besar.
**
Gurunda Ustaz Luqmanulhakim adalah orang yang paling berjasa menemukan saya dengan Sang Kyai Besar. Alhamdulillah biidznillah.
KH. Abdullah Syukri adalah Kyainya Ustaz Luqmanulhakim pada saat beliau menimba ilmu di PM.Darussalam. Bagi Ustaz Luqmanulhakim, KH. Abdullah Syukri adalah sosok yang sangat istimewa. Beliau bukan sekedar sebagai guru saja, namun sudah seperti seorang ayah baginya.
Gurunda Ustaz Luqmanulhakim membawa saya mengunjungi KH. Abdullah Syukri pada bulan Juli tahun 2014. Bertepatan dengan pelaksanaan Pilpres 2014.
