Sebelumnya perihal ISIS tidak hanya terberitakan kali ini saja. Beberapa tahun yang lalu disebutkan adanya pemuda asal Pontianak Timur yang terlibat ISIS di Syiria, walaupun belakangan kebenarannya tak terbukti. Begitupula menjelang Idul Fitri tahun 2017 lalu, ditengara ada warga Kalbar yang mengenyam pendidikan di Syiria terkait jaringan ISIS dan akan mudik ke kampung halamannya. Data intelijen yang disampaikan ke Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar, bahwa terduga teroris itu akan mudik ke wilayah Sambas.
Nurul Hadi kelahiran Sekuduk, Sejangkung, Sambas, tahun 1981. Apakah dia yang dimaksud oleh data intelijen? Kita belum tahu persis, sebab belum ada keterangan resmi hasil pemeriksaan. Namun yang jelas, Densus 88 punya prosedur tetap dalam melakukan penangkapan. Kita hormati kerja Densus dalam menjaga keamanan negara dari tindakan teroris, namun kita juga mengingatkan agar hak-hak Nurul Hadi, atau warga manapun, sebelum dia terbukti secara faktual merupakan pengikut idiologi terorisme, mesti diberikan pula hak-haknya secara adil. Sebab bagaimana pun juga, setiap individu punya hak untuk hidup dan mengekspresikan kemerdekaan hidupnya. Nurul Hadi misalnya, dia juga mempunyai anak dan rumah tangga. Nama baik anak dan keluarganya mesti dihormati pula.
Nurul Hadi Dikenal Sebagai Anak Baik
