Berita

The Next 19th Years

The Next 19th Years

Derai tawa penuh makna, bagaimana pantun yang egaliter, plural, majemuk bisa menggapai asa, rasa dan karsa bahasa ibu sebagai alat diplomasi budaya menggairahkan the right state. Beat spirit meraih Indonesia emas in the next 19th years!

Spirit nan gemuruh disejukkan dengan segelas rujak buah serta penganan buka puasa. Azan maghrib dan salat berjamaah serta dinner membuncah refleksi HBII yang spesial bulan edukasi Ramadhan.

Ke depan terbentang titik terang sebagai berikut. Pertama, kolaborasi elegan ini kudu ditingkatkan.

Kedua: bahasa ibu harus diberdayakan. Keterampilan berbahasa dan sastra termasuk sastra lisan pantun, dongeng, stand-up comedy, pidato, puisi, tundang. Totally mesti diperbanyak titik sentuhnya agar profesional. Ia bisa menjadi agenda ekonomi kreatif. Wisata halal lagi thoyib (baik bin berkah) serta mensejahterakan rakyat dimana kini sebagian masih melarat.

Ketiga: Kanwil Kemenag membina 70-an sekolah madrasah dan aliah. Membuka diri buat kerjasama Festival Pantun, Festival Tunas Bahasa Ibu dan pembinaan bahasa-sastra sebagaimana sekolah umum.

Keempat: BI selalu siap membersamai dengan Balai Bahasa serta Serumpun Berpantun-Bina Antarbudaya-Asosiasi Tradisi Lisan (Komunitas-komunitas). We are wide open.