Community

Catatan Akhir Perjalanan di Badau

Catatan Akhir Perjalanan di Badau

Sejam lebih Joni memijit dan penulis pun tertidur tanpa menghiraukannya. Terimakasih Joni atas jasa pijatanmu.

Tidak mandi rasanya biasa saja selama kita menikmati dan mensyukurinya. Bukankah Allah berfirman: Barang siapa yang mensyukuri nikmatKu maka akan Aku tambah nikmatnya dan barang siapa yang kufur atas nikmatKu maka tunggulah azab-Ku yang sangat pedih.

Berdasarkan hal tersebutlah maka penulis nikmati dan syukuri saja apa yang ada. Memasuki malam perpisahan dan launching buku di halaman Pasar Inpres Desa Badau semangat semakin berlipat melihat antusiasme masyarakat yang hadir, mulai dari siswa MI, SD, MTS, SMK, Bapak Sekcam, Bapak Kades, Tokoh Agama, dan lain-lain.

Namun, setelah acara seremonial perpisahan berakhir atas saran mahasiswa penulis langsung kembali ke hotel. Malam serasa lama berakhir karena semangat untuk kembali ke Pontianak begitu “membara”. Ah entah apa alasannya.

Tulisan ini penulis buat sambil menuju Putussibau menggunakan taksi, ongkosnya fantastis (tak perlu pembaca tahu ya). Dalam hati bergumam, bukankah hari ini juga Kegiatan Kampung Riset berakhir? Iya sebagai program unggulan Kampung Riset di Kabupaten Sanggau mulai dilaksanakan tanggal 19 sd 24 Agustus 2019. Bersamaan berakhirnya tapi tentu tidak bersamaan sampainya di Pontianak.