in

Forum Nazir Wakaf Produktif

Oleh: Nur Iskandar

Luas lahan wakaf di Indonesia secara resmi sesuai data Siwak (Sistem Informasi Wakaf) Departemen Agama RI, 2020, seluas 4.2 juta ha. Luasan ini menurut Direktur Zakat dan Wakaf Drs H Tarmizi Tohor, MA sama dengan 4 kali negara tetangga kita Singapura.

Bayangkan jika lahan wakaf itu produktif seperti Singapura. Lewat wakaf saja Indonesia punya 4x lipatnya. Sungguh luar biasa makmurnya Indonesia.
Masalahnya lahan wakaf itu tersebar dan terpencar. Ada tantangan pengelolaannya sebagai satu satuan hamparan. Namun kelemahan sekaligus kekuatan. Di posisi menyatu sebut saja model mall, namun model menyebar adalah gaya Alfamart dan Indomaret. Sebaran lahan bisa disatukan lewat teknologi komunikasi dan sistem manajerial yang modern. Apalagi terdapat pula wakaf dengan lahan sampai puluhan hektar. Pola hibrid bisa dijalankan.

Masalah kedua, ini yang utama adalah pembinaan nazir profesional. Sebab setiap wakaf pasti ada nazir yang diamanahkan oleh wakif (orang yang berwakaf) untuk dikelola secara produktif agar dicapai manfaat maksimal.

Baca Juga:  Festival Wakaf Akbar Kalbar Hidupkan Ekosistem Syariah

Wakaf di Indonesia dengan luas 4x Singapura bertumbuh di atasnya 3M (Mesjid, Makam dan Madrasah). Ke-3M ini belum dikelola secara produktif profesional. Sebab masih sangat sedikit 3M itu yang adaptif sekaligus inovatif.

Pemerintah sungguh sangat menyadari potensi wakaf di Tanah Air. Untuk itu ada Badan Wakaf Indonesia (BWI). BWI lahir menyusul diketukpalunya UU Wakaf No 41 Tahun 2004. BWI punya perwakilan di provinsi maupun kabupaten dan kota. Hanya dengan sifat independen, dana terbatas, BWI belum mampu menggerakkan wakaf dengan penuh antusias.

Untuk itu pegiat wakaf yang sadar jaminan Allah dan Rasul-Nya bahwa pahala mengalir terus kendati napas telah terputus terus melakukan pelatihan nazir wakaf produktif. Keanggotaan nazir dipindai dalam grup WhatsApp, sehingga menjadi ajang diskusi sekaligus saling menginspirasi. Begitupula di FaceBook. Pada hari ini, Kamis, 7/1/2021 dibentuk pula grup Forum Nazir Wakaf Produktif Indonesia. Anggota di FB jauh lebih terbuka, sehingga menjadi solusi atas minimnya litetasi wakaf maupun celah sosialisasi inovasi perwakafan di Indonesia.

Baca Juga:  Gebyar Wakaf Uang bersama Festival Wakaf Akbar Kalbar

Bagi pembaca yang ingin bergabung di Forum Nazir Wakaf Produktif Indonesia versi Whats App bisa mendaftar di nomor WA penulis. Bagi yang ingin bergabung di Forum Wakaf Produktif Indonesia silahkan klik search di FaceBook dengan nama Forum Wakaf Produktif Indonesia. Semoga segenap ikhtiar kemediaan ini turut membantu BWI dan aspirasi umat sejagat. (Penulis adalah pegiat Literasi Wakaf-Wakaf Literasi. Anggota Badan Wakaf Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Bidang Wakaf Produktif. CP-WA 08125710225).

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

FKUB Kalimantan Barat Kembali Raih Harmony Award Tahun 2020

Wakaf Produktif dalam Kajian ke-10 Sujud Tilawah Mesjid Alhijrah