Community

Hati tidak Pernah Salah

Hati tidak Pernah Salah

Oleh: Saripaini

“Rasanya ada yang salah, tapi apa ya?”

Entahlah… terkadang aku hanya cukup mengatakan entahlah untuk hal yang kupikir tak penting untuk dipikirkan, hanya menguras otak untuk berpikir lebih keras menelusuri alam yang lebih luas dari pada bumi yang tersorot oleh mata.

Berangan dalam sandiwara, “Aku senang, aku bahagia, aku gembira, aku happy dengan semua yang kulakukan, perfect tak ada yang salah,” ini adalah tipe manusia yang terlalu pandai membohongi dirinya sendiri. Tapi sayangnya kerap tak mampu membendung protes yang menggaung di dalam dada.

“Sesak,” katanya.

Aku tertawa kecil, hanya menjadi pendengar yang baik, mungkin hanya sedikit berkomentar, “Kau terlalu pandai menipu diri sendiri.”

Dia terdiam dan ada sedikit senyum di ujung bibirnya setelah mendengar komentarku, entah apa makna senyumnya, yang jelas itu bukan cengir meremehkan.

“Mencari sesuatu yang tak pernah diketahui bagaimana bentuk rupanya, ingin pergi jauh meninggalkan kehidupan yang digeluti, berangan kalau di luar sana akan menemukan kehidupan yang lebih baik, bertemu dengan orang-orang baru dan meraih kesuksesan yang baru di sana. Rasanya ingin terus mengembara mencari sesuatu yang tak pasti tapi optimis kalau itu lebih menyenangkan dari apa yang telah diperoleh hari ini dan saat ini.”