Kelas empat hingga kelas enam aku selesaikan di sekolah lain di yayasan yang sama. Walau tidak ada yang mengolok-olok lagi, pengalaman itu membuat aku kerkeras hati minta disekolahkan di Singapura. Selain masih dekat juga karena banyak sekolah yang bermutu internasional dan berasrama.
Program Undergraduate aku selesikan di UK dan postgraduate di US dengan bea siswa perguruan tinggi masing-masing. Mulai saat itu aku hidup mandiri tanpa minta kiriman dari ibu lagi.
Dapat pekerjaan sesuai dengan yang kuiginkan di Australia. Lima tahun kemudian menikah dengan Jane, gadis Melbourne. Dan, kini tinggal Clayton bersama taga orang anak, Vicky, Merry dan Glenn.
Rumah kami berada di No 13 Tuhan St. Jalan itu cukup pendek. Hanya sekitar lima belas rumah. Tidak jauh dari Kampus utama universitas Monash.
Inilah sekilas masa laluku. Tetapi, pagi ini, sekitar pukul 09:13, aku kembali berada di Pontianak. Tepatnya di makam ibu.
Maaf, aku sungguh tidak tahu keadaan ayah, entah masih hidup entah sudah meninggal. Sejak kecil aku hanya berdua dengan ibu. Aku tidak sempat bertanya kepada ibu tentang ayah. Aku tidak juga dekat dengan ibu.
Ibu bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit daerah. Di rumah ia usaha warung sembako. Hasilnya lumayan, cukup untuk menyekolahkanku hingga SMA.
