Kedua, Ibu tahu kau sangat marah ketika Ibu menjemputmu di sekolah dulu. Kau malu karena kawan-kawanmu mengetahui Ibu bermata satu. Karena itu, Ibu minta ketua yayasan memindahkanmu ke sekolah yang lain.
Ibu, juga tahu, alasanmu minta sekolah di luar negeri adalah untuk menghilangkan jejak keadaan Ibu itu.
Tetapi, walau pun sejak itu kita tidak bertemu, setiap malam, Ibu berdoa untukMu dan belakangan setelah kau menikah juga berdoa untuk anak dan istrimu. Sebentar lagi juga sudah tengah malam. Saatnya harus berdoa untukmu walau di ruang isolasi Covid rumah sakit.
Saya lanjutkan lagi, ya Nak.
Ketiga, Ibu juga tahu kau marah besar terhadap Ibu karena tanpa sepengetahuanmu Ibu mengunjungi rumahmu di Melbourne. Ibu tidak marah, walau kau pura-pura tidak mengenal dan bahkan menyuruh Ibu segera meninggalkan rumah itu dengan alasan anak dan istrimu bakal takut jika melihatku.
Padahal sesungguhnya, istrimu sudah tahu semua tentang keadaan Ibu. Tetapi, Ibu minta agar tetap tutup mulut sampai pada waktunya kau mengatakan sendiri kepada mereka.
Keempat, semua surat-surat penting, rumah, tabungan dan lain-lain akan diselesaikan mas Nug ketika kau sudah di Pontianak. Selanjutnya terserah padamu.
