Community

Menyambut Bupati, Menyampaikan Aspirasi

Menyambut Bupati, Menyampaikan Aspirasi

Mereka berbaris rapi, menunggu arahan dari pembawa acara. Setelah disambut tarian adat, rombongan dipersilakan memasuki halaman sekolah yang cukup luas untuk menampung banyak orang.

Tak lupa bupati dan rombongan menyalami satu per satu perwakilan warga desa yang berjejer rapi menunggu mereka. Semua suka cita menyambut kedatangan dirinya dan rombongan. Potret sebuah ketulusan, bagaimana tuan rumah memuliakan sang tamu yang datang bertandang.

Beberapa anak muda memainkan sape, alat musik khas dari Kalimantan, mengiringi anak-anak yang membawakan tarian adat khas Dayak Punan. Sebagian besar masyarakat Dayak di Kalimantan juga mengenal alat musik ini.

Dawai Sape dipetik seperti gitar. Selain sebagai salah satu sarana hiburan, sape juga digunakan sebagai sarana pengiring tarian serta pendukung upacara ritual masyarakat adat Dayak pada umumnya.

Di tengah kenikmatan mendengar petikan sape dan tarian adat, tiba-tiba Pak Lacik masuk ke tengah halaman sekolah, pusat keramaian. Ia memberikan kejutan kepada semua orang. Langkah kakinya selaras dengan bunyi petikan sape. Dengan elegan, ia membawakan tarian adat Punan.

Ayunan tangannya bagaikan kelopak burung enggang terbang mengangkasa. Gerakan kakinya lentur namun kokoh menopang badannya yang makin merendah. Semua orang terkesima.