Community

Menyambut Bupati, Menyampaikan Aspirasi

Menyambut Bupati, Menyampaikan Aspirasi

Alhamdulillah, mimpi itu akhirnya terwujud, ketika Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan hadir di Desa Bungan Jaya. Seorang nenek berumur 60-an tahun yang aku temui di bawah ujung jembatan mengucap syukur, impiannya agar ada jembatan menghubungkan kedua wilayah dusun terwujud.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan mendanai pembangunan jembatan gantung ini sebesar Rp331.412.000,-. Swadaya masyarakat melengkapinya senilai Rp 171.822.000. Ini info proyek yang kubaca di papan pengumuman, dipasang tak jauh dari jembatan. Hari itu, jembatan gantung diresmikan penggunaannya oleh Bupati.

Info yang kudapat dari teman-teman di Pemkab Kapuas Hulu, sebenarnya di dalam skema PNPM tidak ada item pembangunan fisik seperti jembatan. Namun mengingat kondisi khusus di Bungan ini, Pemkab Kapuas Hulu dan Fasilitator Program PNPM Mandiri Kabupaten Kapuas Hulu berhasil menegosiasikan hal ini dengan manajemen program PNPM di Jakarta.

Perjuangan ini berbuah manis. Begitulah seharusnya pembangunan menyentuh masyarakat. Tak boleh semuanya seragam, tidak memberi ruang bagi kebutuhan dan konteks lokal. Segalanya diatur seragam dari Jakarta.

Pembangunan jembatan gantung Nanga Bungan oleh PNPM Mandiri Perdesaan ini memberi contoh. Asal dibahas dengan hati terbuka, berorientasi menjawab kebutuhan rakyat, selalu ada opsi bagi sebuah solusi.

Salam Lestari, Salam Literasi