in

Meraih Keunggulan Kompetitif Usaha dengan Golden Circle

WhatsApp Image 2020 08 12 at 06.43.06
Ilustrasi Teknik Golden Circle. Sumber : Pinterest.com


Oleh : Dwi Suprihadi

Keberhasilan sebuah usaha tidak terlepas dari strategi pemasaran yang tepat. Secara sederhana, strategi pemasaran merupakan sebuah proses perencanaan. pelaksanaan, dan distribusi konten pemasaran untuk mencapai tujuan usaha. Strategi pemasaran yang buruk dapat menyebabkan pertumbuhan usaha menjadi statis. Bahkan, lebih buruknya adalah suatu usaha berakhir ‘gulung tikar.’

Pada umumnya, banyak pemasar yang menggunakan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) sebagai strategi pemasaran usaha. Strategi yang meliputi Product, Place, Price, dan Promotion atau biasa disingkat 4P ini dipercaya dapat menunjang keberhasilan usaha. Sebab, tujuan utama dari bauran pemasaran adalah meningkatkan penjualan.
Namun, untuk mencapai keberhasilan tersebut, bauran pemasaran perlu didukung dengan komunikasi yang baik oleh pemasar. Karena pada dasarnya, misi utama dari pemasaran adalah mengedukasi konsumen tentang produk yang ditawarkan. Sehingga, melalui hal tersebut pemasar dapat membangun kesadaran konsumen atas apa yang mereka butuhkan.

Untuk melancarkan misi tersebut, maka sangat penting bagi pemasar untuk menguasai produk yang ditawarkan. Selain itu, pemasar juga harus bisa memahami konsumen yang dihadapinya. Agar memiliki kedua hal tersebut, pemasar dapat menggunakan konsep Golden Circle.

Apa Itu Golden Circle ?

WhatsApp Image 2020 08 12 at 06.43.05
Ilustrasi Teknik Golden Cirlce. Sumber : Pinterest.com

Pada kegiatan pemasaran, umumnya pemasar akan memulai komunikasi dengan ‘Apa, Bagaimana, dan Mengapa’. Maksudnya adalah pemasar akan mulai mengatakan apa produk yang ditawarkan, bagaimana produk diproduksi, dan mengapa konsumen membutuhkannya. Komunikasi seperti ini mengisyaratkan bahwa pemasar menawarkan ‘apa’ yang belum tentu dibutuhkan oleh konsumen.

Sebelum menentukan produk apa yang akan ditawarkan, pemasar harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Untuk menjawab hal tersebut, maka pemasar terlebih dahulu melakukan identifikasi terkait kebutuhan konsumen. Identifikasi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan konsep Golden Circle.

Konsep Golden Cyrcle terdiri atas 3 komponen, yakni ‘Kenapa, Bagaimana, dan Apa’. Terdapat kesamaan komponen pada Golden Circle dengan yang umum digunakan oleh pemasar. Hanya saja, perbedaannya terletak pada pola dari komponen tersebut. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa Golden Circle adalah pola komunikasi terbalik.

Komunikasi Pemasaran Menggunakan Golden Circle

Agar kegiatan pemasaran bisa meningkatkan penjualan usaha, maka langkah awal yang harus dilakukan oleh pemasar adalah mengidentifikasi kebutuhan pasar. Identifikasi kebutuhan pasar sangat penting agar produk yang ditawarkan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasar.

Simon Sinek, penemu konsep Golden Circle, beranggapan bahwa mayoritas pemasar tidak sepenuhnya memahami kenapa konsumen memilih produk yang ditawarkan. Pemasar cenderung menawarkan apa yang mereka harapkan, bukan kenapa konsumen membutuhkannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemasar tidak melihat keterkaitan antara produk dengan konsumen.

Untuk mengetahui keterkaitan antara kedua hal tersebut, pemasar dapat menggunakan komponen pada Golden Circle. Hal utama yang bisa dilakukan oleh pemasar adalah menemukan alasan atas apa yang menjadi kebutuhan pasar. Setelah itu, pemasar dapat memikirkan bagaimana mewujudkannya. Sehingga, pada akhirnya pemasar akan mengetahui apa produk yang akan mereka tawarkan.

Selain digunakan untuk identifikasi kebutuhan pasar, Golden Circle juga dapat diterapkan untuk komunikasi dalam kegiatan pemasaran. Beberapa perusahaan besar di dunia telah menerapkan konsep tersebut dan berhasil meraih keunggulan kompetitif di pasaran.

Pada umumnya, ketika membicarakan apa yang sedang dilakukan, bagian otak akan merespon secara analitis. Tapi jika berbicara tentang kenapa dan bagaimana, komunikasi yang terjadi justru berkaitan langsung dengan perasaan dan perilaku manusia secara keseluruhan. Sehingga, hal tersebut dapat mempengaruhi keputusan membeli. Sebab, keputusan membeli kerap didominasi oleh perasaan (emosi). Sedangkan logika, baru berjalan ketika produk sudah dibeli.

Dengan demikian, kegiatan pemasaran tidak hanya sekadar menciptakan produk yang baik, tempat yang strategis, harga yang kompetitif, dan promosi yang masif. Keunggulan kompetitif di pasaran bisa diraih oleh siapapun. Terlebih jika mampu membuat konsumen mengambil keputusan membeli. Sehingga, komunikasi yang baik dan tepat menjadi salah satu kunci untuk meraih keunggulan kompetitif di pasaran.

Written by teraju.id

WhatsApp Image 2020 08 12 at 06.30.33

RIAM BAKANG

WhatsApp Image 2020 08 12 at 11.04.26

[DILARANG TIDUR DI MASJID]