Home > Community > Rasa yang Tak Biasa

Rasa yang Tak Biasa

Oleh: Lailatu Saidah

Sebelas finalis yang masuk menjadi calon Duta Literasi dikumpulkan di ruang LP2M IAIN Pontianak. Mereka sebelumnya terpilih menjadi calon Duta Literasi melewati seleksi.
Tanggal 6 Desember diadakan seleksi menulis cepat diikuti 26 peserta, termasuk saya. Akhirnya saya masuk 11 besar, dan di situ saya berada di urutan 3.

Hari ini tepat pada jam 08:18 kami semua memasuki tempat yang mana sudah disiapkan untuk presentasi buku yang telah ditetapkan oleh Pak Yusriadi. Saya membuka buku yang telah saya pelajari. Bukunya berjudul THE STORY OF Bung KUBU karya Mustakim Timuru, terbit pada tahun 2014.

Tak lama kami duduk di dalam datang seorang perempuan yang membawa
kantong kresek berwarna hitam dengan isi gorengan. Beliau meletakkan tepat di depan kami. Nama beliau Ninda, dan kami memanggil dengan sapaan Bu Ninda.

Tak lama berada di dalam ruangan, kami pun diarahkan untuk keluar ruangan semua. Lalu kami diminta untuk mempersiapkan hasil bacaan buku yang kita baca. Kami pun presentasi satu per satu.

Waktu yang menegangkan pun mulai tiba. Rasanya pun mulai was-was. Apa lagi saya sendiri. Waktu pun mulai berjalan dan akhirnya saya maju untuk mempresentasikan buku yang saya pelajari.

Saya menjadi perempuan pertama yang maju saat persentasi buku yang saya pelajari tadi malam. Saya mulai cemas takut ada hal yang tidak diinginkan terjadi tapi alhamdulillah saya bisa memprentasikan buku yang saya baca.

Saya diberi beberapa pertanyaan oleh Bu Ninda. Salah satunya adalah apa yang kamu dapat dari buku yang kamu baca?

Saya menjawab yang saya dapat dari buku yang saya baca adalah jika jadi pimpinan itu silih berganti. Tetapi pemimpin akan tetap abadi, pemimpin tidak sekedar pemimpin,pemimpin sejati tidak mengenal jabatan, pimpinan tanpa jabatan dan tetaplah pemimpin. Sedangkan pimpinan ada semata karena jabatan dan kedudukan. Karenanyalah, pemimpin jauh lebih bermakna daripada sekedar pemimpin. Dan yang saya dapatkan dari buku ini, saya mengetahui bahwa setiap kebaikan selalu berada di atas keburukan walaupun pada sejatinya kita tidak dapat menghilangkan segala keburukan di dunia ini, karena kebaikan dan keburukan itu layaknya siang dan malam yang mana ia selalu bergandengan tanpa dapat dipisahkan.(*)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju.id

Check Also

Apresiasi Karya, dan Semangat Masa Depan

Oleh: Kautsar Nabil* Kamis, 16 Januari 2020. Hari apakah ini? Hari bersejarah? ya! Hari Apresiasi? …

teraju.id