Teraju News Network – Kami meyakini jika untuk makan itu mudah, masyarakat akan mampu melakukan hal yang lebih bermakna dan bernilai. Lalu segala potensi kebaikan di masyarakat akan hadir dengan sendirinya
Tadi malam berdiskusi dengan pimpinan pondok yang datang ke Masjid Berkah Box Balikpapan. Dewan pimpinan sebuah pondok, insyaAllah saudara-saudara kita ini adalah orang berilmu yang siap mengabdi untuk ummat.
Dari obrolan itu didapat sebuah kesimpulan, membangun wahana pendidikan untuk generasi itu sebenarnya mudah. Gedungnya alhamdulillah sudah wakaf, untuk kafalah ujroh para guru bisa diusahakan dari infaq, tinggal operational makan tiga kali sehari yang cukup besar, jika hal ini ada yang support gratis, masalah selesai.
Bayangkan jika wahana pendidikan berbasis pondok ini merebak di setiap masjid. Gratis. Fasilitas gedungnya wakaf dari ummat, operasional guru dari infaq, makannya dari entitas yang memang siap menyediakan makanan, insyaAllah para ‘alim ulama gak akan sungkan membangun Pondok.
Mari kita bahasa benefit model seorang penulis buku. Mereka harus nulis buku dulu, lalu diajukan ke penerbit atau diterbitkan sendiri, lalu dijual. Berarti baru ada cashflow ketika bukunya terjual.
Pertanyaannya, bagaimana makannya sang penulis, jika dia harus menyelesaikan kitabnya dalam kurun waktu dua sampai lima bulan?
