in

Rumah Literasi: Jemblem dan Sebuah Kenangan Jadi Karya Terbaik di Kelas Stephen King

Oleh: Mita Hairani

Jumat, 25 Oktober 2019 Rumah Literasia FUAD menggelar pertemuan ke-7. Pertemuan-pertemuan sebelumnya telah sukses dilalui dan berhasil menghimpun tulisan mahasiswa dengan berbagai tema. Pertemuan-pertemuan sebelumnya juga mampu untuk mengasah kemampuan dan konsistensi mahasiswa dalam menulis sehingga untuk pertemuan kali ini mahasiswa tidak perlu banyak bertanya lagi mengenai kepenulisan.

Hari ini pembimbing kelompok J.K. Rowling, Novie Anggraeni berhalangan hadir sehingga kelompok J.K Rowling bergabung dengan kelas Stephen King untuk mendapatkan materi. Sebelum memulai pertemuan, pembimbing kelompok Stephen King terlebih dahulu mengabsen peserta Rumah Literasi m kelas Stephen King dan J.K Rowling, barulah kemudian bertanya kesulitan apa saja yang ditemui oleh seluruh peserta saat diminta menulis narasi Jumat Lalu.

Hasilnya, banyak yang mengungkapkan kesulitannya, dari mulai bingung menentukan topik tulisan hingga sulit mengumpulkan niat untuk menulis. Pembimbing kelompok Stephen King memberikan beberapa saran untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh anggotanya. Setelah semua pertanyaan terjawab, materi deskripsi pun segera diberikan.
Ketika diminta menjelaskan fungsi menulis teks deskripsi, para peserta yang sebagian besarnya merupakan mahasiswa KPI ini tampak menjelaskan dengan antusias menurut asumsi mereka.

“Kita menulis teks deskripsi ini untuk lebih mengetahui suatu hal atau benda secara terperinci,,” ujar Riski dari kelas KPI C.

“Selain itu menulis deskripsi juga dapat memperbanyak kosa kata kita serta lebih membiasakan kita menulis,” tambah Romlah dari kelas KPI A.
Robert Igun Satoso dari KPI A juga membenarkan dan ikut menambahkan.

“Deskripsi menjelaskan apa yang kita lihat agar dapat dipahami atau diketahui orang lain dan agar tulisan itu dapat dibaca sehingga lebih bermanfaat,” ujarnya.

Para mahasiswa menulis teks narasi dengan antusias karena sebagian besar dari mereka menganggap teks deskripsi lebih mudah dibanding karya tulis sebelumnya.

Penulis terbaik Jumat ini dari kelas Stephen King, Siti Alfiani merasa bersemangat saat diminta menulis deskripsi. Karyanya yang berjudul, ”Jemblem dan Sebuah kenangan” sangat menarik dan bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang baru kepada teman-temannya. Ternyata masih banyak yang belum tahu makanan tradisional bernama Jemblem dan Siti Alfiani berhasil mendeskripsikan makanan itu dengan baik. Ia juga mengaku senang karena dapat menulis hal tersebut.

“Sangat senang sekali Kak, akhirnya aku baru sadar bahwa menulis bukanlah hal yang membosankan. Justru menulis dapat menbuat kita memainkan imajinasi kita sehingga dapat menciptakan sebuah tulisan. Apresiasi yang saya dapatkan ini juga membuat saya lebih bersemangat lagi”.

Berbagi itu indah:

Belajar Menulis Deskripsi, Pembimbing Contohkan Gaya Andrea Hirata

Metode Pendidikan Melalui Penulisan Diari