Setelah seremonial berupa sambutan Nur Iskandar, ketua panitia dan Anshari Dimyati, ketua Yayasan Sultan Hamid II, perhelatan konser segera digelar dengan pemandu acara (host) komika Kamil Onte yang kerap memandu acara di Kalbar. Satu per satu personel Arwana memenuhi panggung balairung Rumah Adat Melayu dengan posisi masing-masing. Hendri Lamiri setia dengan gesekan biola, Yan Machmud dengan ritem gitar klasik, Wansyah Fadli dengan lead guitar, Tambi pembetot gitar bass, Tony keyboardist. Sementara itu, Yudie Chaniago penggebuk drum, yang kadang memainkan ritem gitar dan juga memerankan jubir di atas panggung sekaligus sebagai leader Arwana.
Perhelatan konser seperempat abad Arwana tentu tidak lepas dari atmosfer historis dalam perjalanan menaklukkan blantika musik Indonesia. Sebagaimana dikatakan Yudie Chaniago di sela-sela pertunjukan musiknya. Bukti penaklukannya, Arwana diganjar beberapa penghargaan, pendatang baru terbaik, lagu terbaik Lamunanku versi ballad & country dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) yang dibacakan oleh Tantowi Yahya, pembawa acara kesohor yang kini menjadi dubes pada 1999.
