Beberapa lagu yang pernah mewarnai atmosfer blantika musik Indonesia dipertunjukkan di atas panggung malam itu. Angsa Putih membahana memenuhi balairung dengan lead vocal Yan Machmud yang memang tinggi, mungkin sampai delapan oktaf sebagaimana yang dimiliki Mariah Carrey, pelantun lagu Hero. Semakin jamak bahananya saat ditimpali reff lagunya dengan suara para penonton, “Angsa putihku”, “Aku ingin selalu di situ ingin selalu denganmu, bersama manis angsa putihku”. Para penonton malam itu bisa jadi fans berat Arwana yang sering menamakan dirinya Insang Arwana.
Adrenalin musikalitas semakin membuncah malam itu dengan lagu Patah Tumbuh Hilang Berganti (PHBT) yang dinyanyikan secara bergantian dengan vokal Hendri Lamiri, Yudie Chaniago, dan Yan Machmud. Lagu itu diterima baik di pasaran saat Arwana justru lepas dari perusahaan mapan sebuah label rekaman, menempuh jalur indie label.
Sesaat akan masuk intro lagu, siap-siap menggebuk drum dengan stik, Yudie Chaniago menyemangati generasi berikutnya untuk tidak takut menempuh jalur indie, nyatanya Arwana berhasil menempuhnya. Lagi-lagi suara timpalan Insang Arwana terdengar kompak, “Patah dan tumbuh hilang berganti, namun cintaku tak pernah akan pergi, jangan berakhir tetap kau di sini cintaku hanya untuk kamu saja”.
